Orientasi profesi Bimbingan dan Konseling Luar Sekolah Mahasiswa UTP Surakarta

Dipublikasi pada Sabtu, 01 Juni 2013 oleh sariman

Orientasi  Profesi Bimbingan & Konseling diluar Sekolah
Mahasiswa UTP di  BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta


BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2013  menerima kunjungan 20 orang Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan       ( UTP ) Surakarta dan 1 orang Dosen Pembimbing. Mahasiswa tersebut berkunjung ke BBRSBD dalam rangka melakukan kegiatan  “  Orientasi Profesi Bimbingan  dan Konseling diluar sekolah  “ . Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 28 s.d 29 Mei 2013 dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan praktek tentang setting pelayanan bagi penyandang disabilitas tubuh di BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Rombongan diterima oleh Kepala BBRSBD Prof. Dr. Soeharso, jajaran pejabat eselon III, eselon IV dan Staf bertempat di Ruang Sidang BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta Jl. Tentara Pelajar, Jebres Surakarta. Kepala BBRSBD Drs. Suhadi, MSi dalam pengarahannya menyampaikan  materi tentang pelayanan rehabilitasi yang dilaksanakan BBRSBD.  Intervensi yang dilakukan BBRSBD mencakup 4 hal meliputi : motivasi, konseling, terapi dan bimbingan. Penyandang disabilitas tubuh dimotivasi  agar memiliki kemauan yang kuat, dianalisa hambatan dan kesulitan yang menjadi penghalang, diterapi kemudian diberi bimbingan pelayanan.
Materi  yang diberikan pada kegiatan tersebut berupa : proses pelayanan yang dilakukan oleh BBRSBD, Karakteristik dan permasalahan yang dihadapi para penyandang disabilitas dan bimbingan konseling bagi para penyandang masalah disampaikan oleh  Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Kepala Asrama dan Psikolog BBRSBD.
Menurut Dosen Pembimbing Drs. Muhammad Faqih Donosuko, MP target yang ingin dicapai oleh kegiatan ini adalah :
1.    Mahasiswa mampu mengenal beberapa karakteristik penyandang masalah dengan berbagai permasalahan sebagai dampak disabilitasnya.
2.    Mahasiswa dapat belajar secara langsung tentang berbagai aplikasi terapi/layanan ( bimbingan dan layanan sosial, peningkatan pengetahuan dasar, asesmen dan sebagainya ).
3.    Mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan pengalamannya melalui “ Deseminasi Hasil “.
4.    Mahasiswa mampu memberikan rekomendasi kepada jurusan untuk pengembangan Bahan Ajar dan Pengubahan Kurikulum.
Pada akhir kegiatan para  mahasiswa melakukan tinjauan langsung ke lapangan menemui para penyandang masalah di bimbingan Vak Ketrampilan untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik dan permasalahan yang dihadapi para penyandang disabilitas tubuh, 1 orang mahasiswa melakukan wawancara dengan 1 orang penyandang disabilitas tubuh. Hasil analisanya  akan dibahas dalam seminar.
 

Posted in Berita

 
Topics Terkait

BeritaSULUH